Neracanews | Kekecewaan masyarakat Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Seituan terhadap Dinas PUPR Deli Serdang sepertinya terus bertambah.

Hal itu di sebabkan oleh putusnya akses jembatan sementara menuju Desa Tanjung Rejo hingga menyebabkan terlantarnya aktivitas dan kegiatan masyarakat dalam mencari nafkah serta anak anak sekolah yang terpaksa tidak bisa mengikuti PBM di sekolahnya.

Putusnya jembatan sementara yang berada di Desa Tanjung Rejo tepatnya di Dusun 11 terjadi pada sabtu dini hari (6/8).

Sebuah escavator amphibi yang berkapasitas 18 Ton milik Dinas PUPR Deli Serdang di paksa melewati jembatan sementara yang hanya mampu menahan beban 2 Ton.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi kepada operator escavator (Joko), ia mengatakan bahwa perintah dari atasannya yang bernama Agus bahwasanya escavator harus sampai di Kantor PUPR Deli Serdang pada Sabtu (6/8).

” Ia bang, aku ikut perintah atasan bg, di suruhny coba coba dulu sapa tau bisa lewat escavator itu di jembatan sementara, karna alat (escavator) harus sampai hari ini di kantor”, ujar Joko.

Di lain sisi, Agus ( Pengawas bidang Alat Berat Dinas PUPR Deli Serdang ) menjelaskan bahwa memang kami memerintahkan kepada operator agar di usahakan alat sampai di kantor hari ini, ujar agus, memang kami suruh coba coba.

Saat awak media mempertanyakan kepada agus terkait bobot escavator yang 15 Ton dan kapasitas ketahanan jembatan yang hanya 2 Ton, agus hanya menjawab mungkin sudah naasnya bang.

“Mungkin sudah naasnya bang, Kami akan bertanggung jawab dan membantu membangun kembali jembatan sementara ini”, ucap Agus.

Namun ada hal aneh setelah 3 (tiga) hari kejadian berlalu, tak seorangpun pihak Dinas PUPR yang muncul di lokasi kejadian jembatan ambruk.

Saat awak media mempertanyakan pertanggung jawaban pihak Dinas PUPR Deli Serdang kepada Agus, Ia menjawab bahwa Pak Kadis PUPR menyerahkan tanggung jawab penuh pembangunan jembatan sementara yang ambruk kepada pihak proyek jembatan baru.

” Pak Kadis menyerahkan penuh tanggung jawab pembangunan jembatan sementara yang ambruk kepada kontraktor proyek pembangunan jembatan baru yang ada di samping jembatan sementara itu”, ucap Agus.

Rudi salah seorang pengusaha dan juga donatur jembatan sementara itu mengatakan bahwasanya ini bentuk ketidak bertanggung jawaban pihak dinas, dari balasan wa si agus ini seperti buang badan.

“Ini lah bentuk tidak bertanggung jawabnya pihak dinas, semalam katanya secepatnya dan di usahakan sehari atau paling lambat besok, tapi ini sudah hari selasa (9/8) tidak ada satu orangpun pihak mereka yang datang, kok malah di arahin ke rekanan”, ucap Rudi.

“Semalam mereka paksa alat lewat jembatan dengan alasan coba coba, kan gak masuk akal, Dinas PUPR Deli Serdang nyuruh alat berat yang 15 ton lewat ke jembatan yang cuma mampu nahan 2 ton, harusnya mereka berfikir, gara gara jembatan rusak mereka buat, semalam udah ada korban jatuh dari jembatan darurat, tutup Rudi.

Sementara it pada Selasa (9/8) terlihat banyak anggota TNI berada di lokasi Jembatan sementara ambruk di Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Seituan.

Awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kapten Tarigan salah seorang anggota TNI dari Satuan Yon Zipur yang ada di lapangan terkait kehadiran tim nya.

” Kami di perintahkan oleh Pangdam I BB Mayjend TNI Daniel Chardin, S.E., M.Si., untuk turun kelapangan membantu masyarakat Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Seituan untuk membangun jembatan ambruk yang menjadi satu satunya akses aktivitas masyarakat, Karna Pangdam I BB mendapat informasi bahwa jembatan sementara yang menjadi akses satu satunya aktivitas masyarakat ambruk akibat di paksakannya Escavator 15 Ton milik Dinas PUPR Deli Serdang melewati jembatan yang hanya mampu menahan kapasitas 2 Ton”, ucap Kapten Tarigan dari Yon Zipur.

Maru, salah satu warga yang juga merupakan Ketua Anak Ranting PP Desa Ranjung Rejo mengucapkan atas nama masyarakat Desa Tanjung Rejo sangat berterima kasih kepada bapak Pangdam I BB yang telah perduli kepada masyarakat Desa Tanjung Rejo, Ucap Maru.

” Gara gara ulah ceroboh dan tidak bertanggung jawabnya Dinas PUPR Deli Serdang yang memaksakan eskavator berbobot 18 ton melewati jembatan 2 ton hingga jembatan ambruk, aktivitas 1500 KK masyarakat jadi terganggu dan perekonomian desa jadi tidak berjalan, belum lagi sekitar 578 anak sekolah jadi tidak bisa mengikuti kegiatan belajar di sekolahnya”, lanjut Maru.

“Bukan hanya kegiatan masyarakat dan anak sekolah terganggu akibat ulah kecerobohan Dinas PUPR Deli Serdang ini, banyak juga korban yang jatuh dari jembatan darurat, kalau d hitung sudah 3 orang yang jatuh dari jembatan darurat itu, 2 jatuh ke arah jembatan baru, satu lagi jatuh orang sama keretanya ke dalam sungai”, tutup maru.

Masyarakat Desa Tanjung Rejo juga sangat bersyukur dan berterima kasih kepada bapak Pangdam I BB Mayjend TNI Daniel Chardin , S.E., M.Si., yg sangat tanggap didalam menangani keluhan masyarakat di Desa Tanjung Reco Kecamatan Percut Sei Tuan.

Bapak Pangdam I BB begitu cepat dan tanggap dalam menanggapi keluhan dan pengaduan masyarakat, mantap lah pokoknya bapak pangdam itu, ujar Bembeng ( salah seorang warga Desa Tanjung Rejo ).

Selain anggota TNI, turut juga anggota Binmas Polsek Percut Seituan dan para Mahasiswa PKL dari Fakultas Ilmu Sosial Unimed serta perangkat Desa Tanjung Rejo membantu proses pembangunan jembatan sementara agar masyarakat bisa beraktivitas kembali dan anak sekolah bisa kembali mengikuti pelajaran seperti biasa.(021)