Transimigrasi masyarakat
Madina- Masyarakat Eks Transimigrasi Desa Batahan I Kecamatan Batahan Kabupaten Mandailing Natal Provinsi Sumatra Utara sampaikan aspirasi ke Presiden Republik Indonesia di Jakarta.

Walaupun Perjalanan melelahkan namun yang mengasikan dan menggiurkan Tim Desa Batahan I yang berjumlah 9 Orang dengan membawa Aspirasi inti meminta Presiden Republik Indonesi Bapak Ir Jokowidodo menerbitkan sertifikatkan Tanah Trans Swakarsa Mandiri ( TSM ) Tahun Anggaran 1997/1998 program pemerintah pusat dan Hak Pengelolaan Lahan ( HPL) yang sampai hari ini di serobot oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara ( BUMN) PT.PN IV Kebun Timur dan perusahaan Swasta PT.Palmaris Raya dengan menanam lahan tersebut yang sudah ditanam masyarakat Batahan I .

Setelah melakukan upaya maksimal secara berswadaya mulai dari tingkat desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi kepada semua instansi dan mulai dari mengorbankan waktu, pikiran, tenaga dan harta serta menerima perlakuan terkriminalisasinya masyarakat masuk sel ditahun 2016 sebanyak 12 orang dan ditahun 2018 1 Orang.

Perjuangan dipengujungan tahun 2021 bertemu dengan Mentri BUMN H Erikh Thohir dengan permohonan masyarakat diterbitkannya sertifikat lahan dan terbangunnya kemitraan yang saling menguntungkan antara perusahaan BUMN dan masyarakat Batahan I yang tergabung di Koperasi Unit Desa Produsen ( KUD P) Bina Mufakat Baru, namun belum membuahkan hasil.

Masyarakat Batahan I menuju Istana Negara

Minggu 30 Januari 2022 tim desa menuju Istana Negara dengan aspirasi meminta Presiden Republik Indonesi Ir Jokowidodo menerbitkan sertifikat lahan/ tanah Transi migrasi Swakarsa Mandiri ( TSM) TA. 1997/1998 dan lahan HPL dan Transimigrasi umum sesuai surat Buapti Kabupaten Mandailing Natal tahun 2020 dan permohonan Transimigrasi tahun 2019 kepada Badan pertanahan Nasional namun sampai hari ini belum di terbitkan.

Karnanya masyarakat menuju Istana Negara dengan Kenderaan Kijang Kapsul Tahun 2001 dan Avanza Tahun 2013 saat ini sudah dan hampir sampai di Jakarta.

Para tim juga membawa aspirasi agar jalan yang menghubungkan kecamatan Sinunukan dan Batahan menuju pelabuhan Palimbungan Internasional yang dibangun pemerintah di Hotmix dan jembatan sungai batang Batahan di dua titik dibangun permanen juga permohonan dibangunnya sekolah Madrasyah Ibtidayah Negri di desa Batahan I yang berpenduk 439 Kepala Keluarga ( KK ) 99 % beragama Islam.

Adapun tim yang menuju Istana Negara yaitu : H Ramadhan Adam Malik Siregar ( Ketua Badan Permusyawaratan Desa ), Afnan Lubis, S.H ( Ketua KUD P BMB dan sebagai Kepala desa Batahan I), Sudarmaji ( Anak Warga Transimigrasi), Rochmat ( Ketua Tim Penyelamat Aset desa Batahan I, Khoiruddin Nasution, Sumardi Hasibuan, Khairul Anwar Hsb, Ali Sumurung , S.H ( warga TSM ) dan Sopir Cardinal.

Perjalanan tim mulai dari desa tetap mematuhi protokol Kesehatan

Sudarmaji selaku anggota TSM menyampaikan kepada media ini ya perjalanan ini sangat melelahkan namun kami semangat karna kami adalah mewakili masyarakat Batahan I untuk bertemu Presedien Republik Indonesia Bapak Ir Jokowidodo di Istana Negara di Jakarta.

Kami mohon Bapak Presiden mau kami temui, karna kami juga warga Negara Indonesai yang sudah memilih Bapak Ir Jokowi mulai periode pertama dan periode ke dua.

Kami baru diujung jabatan beliau datang, dengan memamfaatkan tol terpanjang bangunan beliau dari Palembang ke Bangkauni.

Sebelumnya kami tidak pernah merepotkan beliau sebagai Presiden pilihan kami, namun kali ini kami datang menjumpainya kami mohon kepada beliau
” Selamatkan kami dan Lindungi kami Warga Batahan I warga Eks Transimigrasi, tolong kami pak dari cengraman Mafia Tanah, ” papar Sudarmaji.

Inilah keluhan masyarakat yang disampaikan melalui wawancara di kapal penyeberangan dari pulau Sumatra menuju pulau Jawa.

Intinya mau bertemu Presiden Republik Indonesia Ir H Jokowidodo.
(Hem Surbakti)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini