Neracanews | Belawan – Bantahan Kasi Trantib Kelurahan Pekan Labuhan terkait yang di muat di media Metro Z pada Jumat (17/6) dengan judul “Hentikan Proyek” Terkait Pemberitaan Miring Kasi Trantib Pekan Labuhan Klarifikasi” di duga dibuat buat.

Hal ini di sampaikan oleh mandor Lilik (50) di lokasi proyek Galian pipa pengadaan air minum PDAM Tirtanadi Sumut, Jumat (17/6)

Lilik menyampaikan bahwa saya sekitar akhir bulan mei 2022, sekira pukul 13.00 wib bersama perwakilan pihak ketiga yang memegang proyek tersebut datang ke ruangan Kasi Trantib untuk berkoordinasi dan memberikan sebuah surat yang berisikan izin kerja proyek.

” Saya sekitar akhir bulan mei 2022, sekira pukul 13.00 wib bersama perwakilan pihak ketiga yang memegang proyek tersebut datang ke ruangan Kasi Trantib untuk berkoordinasi dan memberikan sebuah surat yang berisikan izin kerja proyek”, ucap Lilik.

Lanjutny, Kami datang sebelum pak babinsa datang.hanya selanh beberapa jam saja, tandasnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa ” kan izin izin terkait pengerjaan sudah kami serahkan sebagai laporan administrasi, trus izin apalagi yang diminta hingga pak Kasi Trantib beberapa kali datang dengan pakaian preman memberhentikan Proyek galian dan penempatan utilitas PDAM Tirtanadi Sumut itu”, sambungnya.

Ia juga mengatakan bahwa kalau terkait penunjukan pihak ketiga, ngapainlah di stop pengerjaannya, kan pak Kasi Trantib bisa lihat plang saja, d sana sudah jelas, proyek siapa, anggaran berapa dan di tunjuk kepada siapa, lanjutnya.

“Kami juga punya dokumentasi kok bang saat kami datang berkoordinasi dengan pak kasi, jadi dimana nya kami gak ada datang?, sambung Lilik.

Sambungnya, ” Pak kasi Trantib menghentikan sebelum tembusan surat izin proyek tersebut kami serahkan, namun setelah tembusan surat izin sampai ke tangan pak kasi, proyek Galian dan Pengadaan Utilitas PDAM Tirtanadi Sumut tersebut masih juga di hentikan dan di stop sebanyak 2 kali”, lanjut Lilik.

Terkait statement kasi trantib di media Metro Z pada Jumat (17/6) ada menyebutkan bahwa “Lebih lanjut Yogi, “Sebenarnya bang saya mendatangi pekerja itu yang pertama penanggung jawab proyek itu atau mandor yang tidak ada datang koordinasi, dan yang kedua setelah ada yang meninggal tertimbun tanah galian itu didepan Lingkungan 28 warga situ juga”, terkait iniLilik menjelaskan bahwa sebenarnya kejadian dugaan pencurian itu bang, jadi yang meninggal itu diduga pencuri kabel yang tertanam di lokasi proyek, meninggalnya juga karna saat posisi dia sedang membuat lubang bawah tanah untuk mencuri kabel, tiba tiba ada truk kontainer yang lewat melintasi atas tanah yang sedang di gali oleh maling tersebut hingga mengakibatkan tanah itu amblas dan menimpa si terduga pelaku pencuri kabel tadi, tutupnya.

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi terkait kejadian meninggalnya salah seorang warga di lokasi galian proyek tersebut, salah seorang warga yang tidak ingin di sebutkan namanya mengatakan bahwa yang meninggal itu bang mau coba maling kabel dia, naasnya pula truk kontainer lewat, jadi bukan jatuh karna gak kelihatan galian, tutupnya.(021)