Mandailing Natal – Aliansi Mahasiswa Bersatu Mandailing Natal (AMBM) kembali melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Mandailing Natal ,tidak tanggung-tanggung AMBM geruduk kantor Bupati Madina yang di kawal aparat kepolisian dan juga Satpol PP.

Aksi tersebut hampir sempat bersitegang dan hampir terjadi ricuh di karenakan massa AMBM merasa muak dengan sikap Bupati dan Wakil Bupati Mandailing Natal yang di nilai tidak tegas dalam mengambil keputusan agar menindak lanjuti dugaan kebocoran gas beracun (H2S) dengan seriyus yang mengakibatkan ratusan warga harus di larikan ke Rumah Sakit bahkan sudah 8 orang meninggal dunia setelah berdirinya PT SMGP.

Ahmad Hidayat Batubara selaku Koordinator Umum mengatakan bahwa Bupati lebih jeli menilai dampak negatif dari PT SMGP tersebut jangan sampai mengorbankan rakyat nya demi kepentingan pribadi,butuh berapa banyak lagi korban atau bahkan nyawa agar PT SMGP ini di tutup,jangan sampai nyawa masyarakat di korbankan akibat ulah pihak PT SMGP yang berulang kali terjadi kebocoran gas beracun (H2S) bahkan sudah mengancam ketenangan dan kenyamanan masyarakat setempat.

Telah banyak Korban namun sampai saat ini tidak ada yang bertanggung jawab atas melayang nya nyawa akibat dugaan kebocoran gas beracun PT SMGP bahkan belum ada yang tersangka,pungkas Ahmad.

Masaa AMBM di terima wakil Bupati dan kembali sempat bersitegang serta adu argument,hingga akhirnya massa aksi melanjutkan dialog ke dalam aula kantor Bupati .

Dari pantauan awak media diskusi berjalan begitu tegang setelah Ahmad Hidayat Batubara membacakan dan menjelaskan tuntutan dan di tambahkan rekan rekannya.

Adapun tuntutan Aksi Aliansi Mahasiswa Bersatu Mandailing Natal (AMBM) :

1.Menuntut Bupati Mandailing Natal Agar segera membekukan PT. SMGP di karenakan sudah berkali-kali terjadi dugaan kebocoran gas H2S sehingga banyak menelan korban bahkan sudah ada yang meninggal akibat kelalaian pihak PT. SMGP.

2. Menuntut Bupati Mandailing Natal agar bertanggung jawab atas kejadian yang merugikan masyarakat dan memberi penjelasan atas tidak adanya kredibilitas ketua team investigasi untuk melakukan pemantauan terkait kebocoran gas di karenakan sama sekali kami menilai tidak mempunyai kapasitas dalam melakukan pengawalan.

3. Menuntut Agar pihak PT. SMGP bertanggung jawab penuh atas kelalaian yg menyebab kan musibah tragedi hingga menghilangkan nyawa masyarakat Baik di hadapan hukum maupun adat dan budaya masyarakat.

4.Meminta Pihak PT.SMGP Agar Menghentikan Segala Bentuk Operasional Karna Sudah Meresahkan masyarakat Dan sudah banyak memakan Korban Jiwa.

5.Meminta Direktur Utama PT. SMGP Agar bertanggung jawab dengan kegaduhan yang terjadi di masyarakat karna telah di duga Direktur Utama Menghasut Masyarakat Untuk Berpihak Kepada PT. SMGP.

6.Meminta Kapolres Madina Agar Menangkap Direktur Utama PT. SMGP karena di duga sebagai dalang Keributan dan melakukan Penghasutan terhadap masyarakat agar pro terhadap PT. SMGP.

7. Meminta PT SMGP agar minggat dari Mandailing Natal karena telah mengancam ketenangan dan kenyamanan masyarakat atas kejadian-kejadian di PT SMGP. (Hem Surbati)