Neracanews | Medan – Ketua Umum Panitia Provinsi Tapanuli (PPT) J. Sontang Simatupang, SH., CRGP mengatakan bahwa lahirnya ide pembentukan PPT bertujuan untuk melakukan percepatan terwujudnya Provinsi Tapanuli di Indonesia.

“PPT lahir untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh para pemrakarsa/pendahulu pengusulan pembentukan Provinsi Tapanuli”, kata J.S. Simatupang saat menyampaikan sambutan pada acara Rapat Perdana PPT pada hari Sabtu, 8 Oktober 2022 di Hotel Antares Medan.Jl. SM. Raja No. 320 Medan
Pukul 15.00 WIB

“Karena itu, PPT bukan untuk memulai, tetapi untuk melanjutkan apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu. Ini perlu dipahami bersama, agar tidak menjadi kontraproduktif untuk mewujudkan Provinsi Tapanuli”, ujar J. Sontang Simatupang, didampingi Ketua Harian Dr. Rustam Siregar, Sekjen Yonge Sihombing, SE., MBA dan Bendahara Umum DR. (H.C.). Korliston Sijabat.

Pernyatan J.S. Simatupang, diapresiasi oleh seluruh peserta yang hadir, dan diamini oleh Burhanunddin Rajagukguk dan Goldfrid Lubis yang turut hadir pada acara Rapat Perdana PPT.

“Saya adalah bagian dari Panitia Provinsi Tapanuli yang dipenjara pada masa itu, dan saya sangat senang dan bangga dengan adanya inisiatif untuk membentuk Panitia Provinsi Tapanuli”, kata Burhanuddin yang tampil ke mimbar pimpinan rapat.

Karena itu, kata Burhanuddin, panitia harus kerja cepat, bijak dan kompak. “Saya siap membantu panitia, seperti dokumen yang diperlukan oleh Panitia”, kata Burhanuddin.

Dan saya menyarankan agar PPT disempurnakan namanya menjadi Panitia Percepatan Provinsi Tapanuli.

Pada kesempatan yang sama Goldfrid Lubis yang juga salah satu Panitia Protap terdahulu, turut hadir pada acara, dan menyampaikan usul dan pendapatnya, agar PPT dapat merangkul personil panitia terdahulu, dan mengimbau agar PPT dapat bergerak cepat.

Di tempat yang sama, Yonge Sihombing, SE., MBA selaku sekjen PPT menyahuti dan mengamini usul, saran dan pendapat dari Burhanuddin Rajagukguk dan Goldfrid Lubis.

Rapat perdana PPT dimulai pukul 08.00 s/d 19.30 WIB dan berlangsung dengan baik dan tertib. Semula rapat dijadwalkan selesai pukul 17.30 WIB, namun karena antusiasme dan atensi para peserta, akhirnya rapat berlangsung hingga pukul 19.30 WIB.

Acara rapat perdana PPT menyuguhkan tema sentral yaitu: “Panitia Provinsi Tapanuli Pro Dea et Patria, for God and Indonesian Country”, dengan Sub Tema: Melalui Rapat Perdana Panitia Provinsi Tapanuli Menyatukan Hati, Pikiran, Sikap, Kata, Tindakan dan Tujuan Untuk Mewujudkan Provinsi Tapanuli Demi Indonesia Maju dan Sejahtera. Serta tagline PPT: “Apapun Pilihannya, Protap Tujuannya”, “Apapun Omongannya, Protap Isi Hatinya”, dan “Apapun Politiknya, Protap Diwujudkannya”.

Pilihan tema, sub tema, dan tagline PPT ini didasari oleh latar belakang, tujuan, peserta, hasil dan dampak yang diharapkan dari lahirnya PPT serta rapat perdana PPT. Dan juga untuk menyatukan arah, tujuan, prinsip, azas dan langkah yang akan dilakukan oleh PPT untuk mewujudkan Provinsi Tapanuli ke 38 di Indonesia.

Selain itu, pilihan tema, sub tema dan tagline ini didsuguhkan sebagai fondasi dalam menyikapi dinamika internal dan eksternal PPT, sehingga PPT bisa fokus pada pencapaian tujuannya, yaitu disahkankannya Provinsi Tapanuli.

Oleh karena itu, tujuan penyelenggaraan acara rapat perdana PPT ini adalah: Pertama, Untuk menjalin, membangun dan memperkuat tali persaudaraan di antara sesama PPT; Kedua, Untuk membahas dan memfinalka struktur dan personalia PPT; Ketiga, Untuk mempersiapkan acara Deklarasi PPT yang akan dilaksanakan pada hari Jumat, 28 Oktober 2022 di daerah Kawasan Danau Toba.

Jumlah peserta yang diundang pada acara rapat perdana PPT sebanyak 100 orang, namun diluar dugaan, jumlah yang hadir mencapai 130 an orang. Dengan demikian jumlah peserta yang hadir melampaui jumlah peserta yang diundang.

Peserta yang diundang terdiri dari unsur Personil PPT, masgarakat (society), akademisi (academy), pelaku usaha (busines).(021)