Senin, Juni 24, 2024
BerandaPemerintahPemkab Nagan Raya Rakor Tentang Kebencanaan Tahun 2023

Pemkab Nagan Raya Rakor Tentang Kebencanaan Tahun 2023

Suka Makmue – Neracanews.com- Guna untuk memaksimalkan pengendalian dalam mengatasi bencana, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya menggelar Rapat koordinasi (Rakor) dan Konsultasi Bidang Kebencanaan Tahun 2023.Kegiatan Rakor di buka langsung oleh Pj Bupati Nagan Raya Fitriany Farhas, AP. S.Sos.,M.Si, di Aula Bappeda suka makmue, Kamis 26/01/2023.

Pada kesempatan itu PJ Bupati nagan raya fitriany Farhas mengatakan, Bahwa Kabupaten Nagan Raya telah mempunyai dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) tahun 2019-2023, yang penyusunannya diperoleh dari hibah APBN tahun 2018 melalui lembaga Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dirinya juga menyampaikan Kabupaten Nagan Raya juga kembali mendapat hibah APBN dari lembaga BNPB tahun 2020 untuk penyusunan Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tahun 2021-2025, beserta dengan legalisasi Perbup rencana penanggulangan bencana tahun 2021 yang dapat dijadikan sebagai dasar hukum dalam menentukan suatu kebijakan,” kata Fitriany Farhas

Lebih lanjut Pj Bupat mengatakan, langkah pertama dalam upaya penanggulangan
bencana adalah membuat perencanaan yang memerlukan informasi akar permasalahan kebencanaan yang dihadapi oleh daerah yakni risiko bencana.

Guna untuk mengetahui risiko tersebut, maka harus lebih dahulu dilakukan kajian risiko bencana, dokumen kajian risiko bencana merupakan gabungan dari tiga informasi, yaitu bahaya, kerentanan, dan kapasitas daerah,” papar Pj Bupati.

“Maka dari itu diperlukan kolaborasi/ kerjasama serta integrasi rencana tersebut kedalam renja masing-masing SKPK sehingga realisasi program dan kegiatan akan lebih mudah terlaksana dan pencegahan serta pengurangan resiko bencana dapat di minimalisir sejak dini,” jelas Pj Bupati.

Disamping itu, mengingat keterbatasan anggaran, perlu prioritas penanganan sehingga tidak semua program dalam vc dokumen RPB bisa didanai.

“Untuk itu, perlu kreativitas agar investasi bukan saja dilakukan oleh pemerintah daerah tetapi bisa melalui pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan semua pemangku kepentingan harus dilibatkan untuk berkontribusi, karena bencana merupakan urusan bersama, semua pihak berpotensi menjadi korban,” pinta Pj Bupati.

Dalam kesempatan itu, Kepala Bappeda, Rahmatullah SSTP.,M.Si melaporkan, Kabupaten Nagan Raya memiliki potensi yang tinggi terhadap berbagai jenis bencana. Tercatat dalam kurun waktu 10 tahun terakhir terjadi beberapa kejadian bencana yang meliputi banjir cuaca ekstrim (puting beliung), kebakaran hutan dan lahan,
gempa bumi, dan tanah longsor.

“Maksud dan Tujuan kegiatan ini sebagai dasar Pemerintah Daerah dalam melakukan perencanaan pembangunan daerah yang terstruktur dan terintegrasi dalam pengurangan risiko bencana,” katanya.

Sehingga, tambahnya, upaya penanggulangan bencana dapat saling bersinergi dan berjalan secara lebih efektif dalam penanggulangan dan mengatasinya.

Dalam pemaparan materi oleh Edy Suryawan Purba SKM.,MKM dan Yudhie Satria SSTP., MPSSP dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat dan BPBA dengan moderator Kabid Infrastruktur Bappeda Zulfiadi, ST.,M.Eng.

Turut hadir Ketua Komisi IV DPRK, Sigit Winarno, Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD), Kepala SKPK terkait, Para Camat, Pengurus PMI, Perwakilan Polri, TNI, Polhut, Organisasi RAPI, dan ORARI, serta tamu undangan lainnya (Ainon)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

Recent Comments