Sabtu, April 13, 2024
BerandaPemerintahKetua DPC LSM Gempur Madina Minta BPK-RI Tinjau ke Lokasi Proyek Pekerjaan...

Ketua DPC LSM Gempur Madina Minta BPK-RI Tinjau ke Lokasi Proyek Pekerjaan Peningkatan Jalan Infrastruktur Singkuang Sampai Perbatasan Sumbar

Neracanews | Mandailing Natal – Proyek peningkatan infrastruktur jalan Singkuang hingga Perbatasan Sumbar di Kabupaten Mandailing Natal sumber dana APBN yang di kerjakan oleh PT. Widya Indria Sari (PT. WIS) terkesan amburadul.

Ketika itu ketua DPC LSM Gempur Kab. Madina bersama Timnya melakukan investigasi di lapangan banyak menemukan kejanggalan, pada pekerjaan itu tidak menunjukkan adanya plank proyek dan pekerjaan pengaspalan terkesan amburadul.

Pekerjaan pengaspalan yang menelan biaya miliaran rupiah anggaran keuangan negara sumber dana APBN terkesan sia sia karena pekerjakan asal asalan oleh pihak kontraktor yang ingin meraup keutungan besar tanpa memperdulikan mutu standart pekerjaan

Pekerjaan pengaspalan yang baru dikerjakan hanya beberapa hari di berbagai titik terlihat dengan jelas sudah pada rusak dan retak retak, bahkan ada beberapa titik jalan yang sudah sangat rusak parah malah tidak dikerjakan terkesan sengaja di tinggalkan seperti terlihat di desa Bondakase dan desa Balimbing Kecamatan Natal yang seharusnya dilakukan perawatan berat dengan penimbunan dan pengaspalan yang tebal malah hanya dilakukan aspal tambal sulam, aspal nya sangat tipis terkesan kontraktor mau enaknya saja tanpa mengeluarkan modal besar demi mencari keuntungan besar

Tidak sampai di situ, diduga akibat mepetnya waktu penyelesaian pekerjaan diakibatkan selama ini pihak kontraktor diduga lama bermain dengan waktu sehingga di akhir pengunjung tahun Desember 2023 dan pada malam tahun baru 01/01/2024 sekitar pukul 02.00 WIB para pekerja masih bekerja memburu pekerjaan yang belum selesai dikerjakan namun keesokan harinya jalan yang baru di perbaiki sudah hancur kembali yaitu sangat terlihat pada titik pekerjaan di desa sikara-kara Kec.Natal, selanjutnya di Desa Lancat dan Desa Aek Garingging serta di Kel. Simpang Gambir Kecamatan Lingga Bayu

Menurut salah seorang pekerja yang tidak mau disebutkan namanya saat di konfirmasi mengatakan, terjadinya seperti itu diduga akibat suhu panas aspal yang di kerjakan sampai di tempat hanya mencapai suhu panas kisaran 50% saja, sebab perjalan truk pengangkut aspal dari batang toru menuju lokasi pekerjaan via danau Sias memakan waktu 10 jam hingga 12 jam perjalanan diperkirakan aspal sudah mencapai kelembaban.

Dikonfirmasikan awak media melalui via Watshaap Rahmat selaku Penjabat Pembuat Komitmen (PPK) Jawaban Rahmat bahwa ianya sudah bekerja sesuai aturan

M. Sobirin Sitompul. S.Sos selaku aktivis dan ketua DPC LSM Gempur Kab. Madina mengatakan, meminta kepada BPK-RI agar segera tinjau lokasi pekerjaan PT. WIS di Mandailing Natal, BPK-RI harus mengaudit pekerjaan mereka, sebab diduga keras pekerjaan pengaspalan tersebut asal jadi, dalam analisis pekerjaan bahwa sisa anggaran 5% tidak akan mampu untuk biaya masa perawatan, terkesan pekerjaan kali ini hanya menghambur-hamburkan uang negara,, “Ucap Sobirin

Masih dengan Sobirin, Selain pekerjaan pengaspalan yang amburadul ada dugaan bahwa pihak kontraktor PT. WIS telah melakukan pencairan dana (SP2D) padahal pada penghujung tahun akhir Desember 2023 pekerjaan mereka masih banyak yang tertinggal, apakah hal ini dapat dilakukan oleh Rekanan tanpa adanya rekom dari pengawas proyek atau diduga keras pengawas proyek ada main mata dengan pihak Rekanan”, pungkas Sobirin.
(Hem Surbakti/Tim)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

Recent Comments