Kamis, April 25, 2024
BerandaPendidikanSOL Selenggarakan Lomba Balita Sehat di Pahae Julu dan Pahae Jae

SOL Selenggarakan Lomba Balita Sehat di Pahae Julu dan Pahae Jae

Tapanuli Utara – Sarulla Operations Ltd (SOL) bekerjasama dengan Puskesmas Onan Hasang Kecamatan Pahae Julu dan Puskesmas Sarulla Kecamatan Pahae Jae, Tapanuli Utara, menyelenggarakan lomba balita sehat tingkat Desa dan Kecamatan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional mengenai pencegahan stunting serta memicu proses tumbuh kembang balita secara optimal.

“Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan kualitas kesehatan balita sebagai generasi penerus yang sehat dan berprestasi. Memotivasi masyarakat dalam menurunkan jumlah balita yang memiliki permasalahan gizi seperti stunting,” kata ER Advisor SOL, Industan Sitompul, Senin (30/1/2023).

Dikatakannya, pelaksanaan dan penilaian lomba di tingkat Desa sudah dilaksanakan sejak Februari hingga November 2022 melalui kegiatan rutin di Posyandu setiap bulannya. Para pemenang juara satu di Desa kemudian berkompetisi kembali untuk mendapatkan pemenang di tingkat Kecamatan sebagai juara umum.

Penyerahan hadiah dan sertifikat kepada 30 balita pemenang lomba didampingi orang tua dari 10 Desa di Kecamatan Pahae Julu dilaksanakan di Puskesmas Onan Hasang pada Selasa, 24 Januari 2023. Diserahkan oleh CSR & ER Manager SOL Melva Samosir, ER Advisor Industan Sitompul, bersama dengan Camat Pahae Julu, Ketua PKK Pahae Julu, Kepala Puskesmas Onan Hasang dan Kepala Desa.

Sementara, penyerahan hadiah kepada 39 balita pemenang lomba didampingi orangtua dari 13 Desa di Kecamatan Pahae Jae dilaksanakan di Puskesmas Sarulla pada Rabu 25 Januari 2023. Diserahkan oleh ER Advisor Industan Sitompul bersama Kabag Perekonomian, Kabag Kesra Pemkab Taput, Sekcam Pahae Jae, Kepala Puskesmas Sarulla dan 13 Kepala Desa.

Industan Sitompul mengungkapkan, masa balita merupakan masa yang paling menentukan dalam pembangunan manusia yang handal. Sebab, masa balita merupakan masa yang paling kritis, terutama ditinjau dari aspek pertumbuhan dan perkembangannya.

Kegiatan seperti ini baru pertama kalinya dilaksanakan di dua Kecamatan tersebut dan mendapatkan respon positif dari Pemerintah dan masyarakat. Khususnya bagi para orangtua balita, kegiatan seperti ini menjadi motivasi dalam praktek pola asuh yang baik bagi anak, sehingga diharapkan Kesehatan balita meningkat sesuai dengan tema lomba “Generasi Sehat, Masa Depan Bangsa”.

“Keberadaan SOL di tengah-tengah masyarakat khususnya di Desa terdekat dengan operasional proyek menunjukkan komitmen dan tanggung jawab sosial melalui kegiatan CSR serta pemberdayaan masyarakat,” ujar Industan Sitompul.

Tidak hanya di bidang kesehatan, baru-baru ini SOL telah menyerahkan ijazah program kejar Paket B dan Paket C sebagai bagian dari bantuan di bidang pendidikan kepada masyarakat di Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu pada Rabu 7 Desember 2022. Kegiatan ini bekerjasama dengan PKBM Pioneer Tarutung sebagai penyelenggara program kesetaraan.

Kepada 12 orang peserta diserahkan di Kantor Camat Pahae Julu, dan di Kantor UPTD Pendidikan Pahae Jae diserahkan kepada 13 orang peserta yang diserahkan oleh ER Advisor SOL Industan Sitompul bersama Kadis Pendidikan Taput Bontor Hutasoit, UPTD Pendidikan Pahae Jae, perwakilan Cabdis UPT SMA/SMK Wilayah Taput-Humbahas, Camat Pahae Julu serta 13 Kepala Desa dari Kecamatan Pahae Jae dan Pahae Julu.

Selain itu, kegiatan lain di bidang pendidikan adalah bantuan beasiswa kepada 75 mahasiswa/i yang telah diserahkan pada Kamis 10 November 2022. Pemberian beasiswa ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2018, tercatat sebanyak 176 mahasiswa/i telah terbantu melalui program ini.

Kegiatan pemberdayaan dan pengembangan masyarakat dilakukan melalui pendampingan kelompok-kelompok di Desa. Seperti kelompok PKK di Desa Simataniari dan Desa Lumban Jaean Kecamatan Pahae Julu telah menerima bantuan 20 set peralatan tenun dan 20 paket benang kepada 20 anggota PKK di dua Desa tersebut.

Kemudian anggota PKK tersebut juga difasilitasi SOL mengikuti pelatihan bertenun selama kurang lebih dua bulan. Selain memanfaatkan waktu untuk hal yang positif, juga kegiatan bertenun berpotensi sebagai sumber mata pencaharian tambahan bagi keluarga nantinya. (Henry)

RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

Most Popular

Recent Comments